Sunday, July 25, 2010

METODE DAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA


  1. Kuesioner/Angket
    Responden (anggota masyarakat, pelajar, petani, pejabat, dsb.)
  2. Interview / Wawancara
    Pedoman Wawancara
    Responden (anggota masyarakat, pelajar, petani, pejabat, dsb.)
  3. Observasi
    Panduan Observasi
    Benda, kondisi, situasi, proses, perilaku
  4. Studi Dokumen
    Form Pencatat Dokumen
    Catatan resmi, dokumen, UU, Putusan hakim, buku, jurnal, dsb.

  1. Metode Pengumpulan Data  Versi Sutrisno Hadi, (1998: 67) :
·      Angket, yaitu pengumpulan data melalui daftar pertanyaan
·      Interview, yaitu pengumpulan data yang bercakap-cakap dengan sumber data baik langsung maupun tidak langsung
·      Observasi, yaitu pengumpulan data dengan cara mengamati kegiatan tertentu
·      Tes, yaitu pengumpulan data yang bersifat potencial
·      Eksperimen, yaitu pengumpulan data yang memakai cara dengan mengadakan suatu percobaan terhadap sesuatu hal
·      Dokumenter, yaitu pengumpulan data dengan mengambil data yang sudah tercatat dalam dokumen.

  1. KUESIONER (ANGKET)
·         Pengertian
”Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang diketahui” (Suharsimi Arikunto, 1999:140). Kuesioner dipakai untuk menyebutkan metode maupun instrumen. Jadi dalam menggunakan metode angket atau kuesioner instrumen yang dipakai adalah angket atau kuesioner.
·         Jenis kuesioner dapat dibeda-bedakan dari berbagai sudut pandang :
1.      Dipandang dari cara menjawabnya, maka ada:
a)    Kuesioner terbuka, yang memberi kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimat sendiri.
b)    Kuesioner tertutup, yang sudah disediakan jawabanya sehingga responden tinggal memilih.
2.      Dipandang dari jawaban yang diberikan ada:
a)    Kuesioner langsung, yaitu responden menjawab tentang dirinya
b)    Kuesioner tidak langsung, yaitu jika responden menjawab tentang orang lain
3.    Dipandang dari bentuknya maka ada:
a)    Kuesioner pilihan gAnda, yang dimaksud adalah sama dengan kuesionr tertutup.
b)    Kuesioner isian yang dimaksud adalah kuesioner terbuka.
c)    Chek list sebuah daftar dimana responden tinggal membubuhkan tanda chek pada kolom yang sesuai.
d)   Rating scale (skala bertingkat) yaitu sebuah pertanyaan diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukan tingkatan-tingkatan.

  1. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN KUESIONER
7.1   Kelebihan kuesioner sebagai berikut:
7.1.1    Tidak memerlukan hadirnya peneliti.
7.1.2    Dapat dibagikan secara serentak kepada responden.
7.1.3    Dapat dijawab oleh responden menurut kecepatannya masing-masing menurut waktu senggang responden.
7.1.4    Dapat dibuat anonim sehingga responden bebas, jujur dan tidak malu-malu menjawab.
7.1.5    Dapat dibuat berstAndar sehingga semua responden dapat diberi pertanyaan yang benar-benar sama.
7.2   Kelemahan kuesioner adalah sebagai berikut:
7.2.1    Responden sering tidak teliti dalam menjawab sehingga ada pertanyaan yang terlewati tidak terjawab, padahal sukar diulangi diberikan kembali padanya.
7.2.2    Seringkali sukar dicari validitasnya.
7.2.3    Walaupun dibuat anonim, kadang-kadang responden sengaja memberikan jawaban yang tidak betul atau tidak jujur.
7.2.4    Angket yang dikirim lewat pos pengembaliannya sangat rendah, hanya sekitar 20%. Seringkali tidak dikembalikan tertutama jika dikirim lewat pos menurut penelitian.
7.2.5    Waktu pengembaliannya tidak sama-sama, bahkan kadang-kadang ada yang terlalu lama sehingga terlambat.

  1. Langkah Menyusun Angket
8.1              Menyusun matrik spesifik data
8.2              Menyusun angket
8.3              Try out (uji coba angket)
8.4              Revisi angket
8.5              Memperbanyak angket

Ad  1 Menyusun matrik spesifik data
·          Matrik spesifik data berguna untuk melihat atau memperjelas permasalahan yang akan dituangkan di dalam angket, antara lain konsep-konsep yang diteliti, variabel-variabel apa saja yang perlu diukur dan diidentifikasi
·          Batas konsep yang akan diteliti
·          Variabel-variabel yang perlu diidentifikasi dan diukur yaitu Variabel bebas dan variabel terikat

Ad  2. Menyusun angket
·          Kisi-kisi instrumen : berisi tentang konsep yang dijabarkan dalam variabel-variabel, indikator-indikator yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Masing-masing indikator selanjutnya dijadikan pedoman dalam menyusun angket.
·          Item angket : item-item angket sebagai alat ukur didasarkan atas kisi-kisi angket yang telah dibuat sebelumnya.
·          Setelah indikator-indikator ditetapkan kemudian dituangkan ke dalam item-item angket yang disusun sesuai tujuan penelitian.

Ad. 3 Try Out (uji coba) angket
Sebelum penggunaan yang sebenarnya sangat mutlak adanya uji coba terhadap isi maupun bahasa redaksi dari angket yang telah selesai disusun.

Tujuan diadakan try out ini adalah sebagai berikut (Sutrisno Hadi, 1998: 166) :
·          Untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan yang kurang jelas maksudnya.
·          Untuk meniadakan penggunaan kata-kata yang terlalu asing, terlalu akademik, atau kata-kata yang menimbulkan kecurigaan.
·          Untuk memperbaiki pertanyaan-pertanyaan yang biasa dilewati atau hanya menimbulkan jawaban-jawaban yang dangkal.
·          Untuk menambah item yang sangat perlu atau meniadakan item yang ternyata tidak relevan dengan tujuan penelitian.
·          Melalui try out ini angket juga diuji validitas dan rehabilitasnya. Instrumen yang baik mempunyai validitas dan rehabilitas yang tinggi.

Ad. 4. Revisi angket
Hasil uji coba angket dijadikan dasar untuk merevisi angket. Revisi angket dilakukan dengan jalan menghilangkan item-item pertanyaan yang tidak valid selama masih ada item yang mewakili.


Ad. 5 Memperbanyak angket
Setelah angket direvisi maka langkah selanjutnya adalah memperbanyak angket yang telah direvisi tersebut sesuai dengan jumlah yang dikehendaki, juga perlu diperhitungkan kemungkinan tak kembalinya angket.

9.                  INTERVIEW ATAU WAWANCARA
Interview adalah usaha mengumpulkan informasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk-dijawab secara lisan pula. Ciri utama dari interview adalah kontak langsung dengan tatap muka (face to face relationship) antara si pencari informasi-interviewer atau information hunter dengan sumber informasi-interviewee (Hadari Nawawi, 1995: 124). Interview adalah “sebuah dialog (interview) yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara (interviewee)” (Suharsimi Arikunto, 1999: 149).

Jenis Interview
·          Interview bebas, yaitu pewawancara bebas menanyakan apa saja, tetapi juga mengingat akan data apa yang akan dikumpulkan
·          Interview terpimpin, yaitu interview yang dilakukan oleh pewawancara dengan membawa sederetan pertanyaan lengkap dan terperinci
·          Interview bebas terpimpin, yaitu kombinasi antara interview bebas dan interview terpimpin

10.    OBSERVASI
10.1      Pengertian
·          Penelitian yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan terhadap obyek baik secara langsung maupun tidak langsung disebut pengamatan atau observasi"(Mohamad Ali, 1995 : 91).
·          Pengamatan dan pencatatan dengan sistematik fenomena-fenomena yang diselidiki” (Sutrisno Hadi, 1998: 136).
·          Teknik atau cara ini banyak digunakan baik dalam penelitian sejarah, deskriptif ataupun eksperimental, karena dengan pengamatan memungkinkan gejala-gejala penelitian dapat diamati dari dekat.
10.2   Jenis observasi dibagi dua yaitu
10.2.1  Observasi langsung merupakan pengamatan terhadap perilaku dan kondisi lingkungan yang tersedia di lokasi penelitian untuk diteliti. Dalam penelitian ini peneliti bersifat pasif sebagai pengamat.
10.2.2  Observasi berperan merupakan pengamatan dengan cara khusus dimana peneliti tidak bersifat pasif sebagai pengamat namun memainkan peran yang mungkin dalam berbagai situasi bahkan berperan menggairahkan peristiwa yang sedang dipelajari.
10.3   Kelebihan dan Kelemahan Observasi
10.3.1    Kelebihan :
·   Derajat kepercayaan tinggi
·   Konteks sosial yang diamati belum dipengaruhi faktor lain (natural)
·   Tidak terbatas hanya pada manusia
·   Dapat menggunakan alat bantu
10.3.2    Kelemahan :
·   Memerlukan waktu yang lama
·   Kurang efektif mengamati gejala pada individu seperti sikap, motivasi, pandangan dan sebagainya
·   Tidak dapat mengamati gejala yang peka / rahasia
·   Tidak dapat mengamati gejala masa lampau

11. Studi Dokumen (Pustaka)
Proses pengumpulan data :
·   Menentukan bahan hukum yang dicari.
·   Mencari sumber bahan hukum (data sekunder) yang diperlukan.
·   Melakukan content identification (dengan mempelajari substansi)
·   Mencatat data/bahan hukum dalam form pencatat dokumen.
·   Mengklasifikasi data dalam form pencatat sesuai permasalahan yang diteliti.

12.     Menulis Laporan

Menulis sebuah laporan kegian ilmiah merupakan sebuah pekerjaan dengan tantangan yang khas, sebagian dikarenakan harapan kita ketika membaca sebuah laporan kegiatan ilmiah sangat berbeda dengan ketika kita membaca jenis naskah lainnya. Normalnya, kita tidak membaca sebuah laporan kegiatan ilmiah secara linier "dari awal sampai akhir". Pada saat membaca sebuah laporan kegiatan ilmiah orang biasanya memusatkan perhatian untuk mendapatkan poin-poin penting dengan membaca abstrak/ringkasan, gambar, atau paragraf awal dalam bab pembahasan. Perhatian terhadap teks selebihnya baru diberikan ketika seseorang akan mengulang percobaan, mengumpulkan informasi untuk tinjauan pustaka, atau mengevaluasi kekurangan dalam metoda yang digunakan atau interpretasi hasilnya.
Sebuah laporan kegiatan ilmiah hendaknya ditulis dengan sejelas dan setepat mungkin. Selain itu laporan kegiatan ilmiah harus mengacu pada sejumlah informasi penting tentang pelaksanaan penelitian. Data harus diringkas dalam beberapa cara: dengan menggunakan tabel, gambar, dan teks hasil (yang mungkin juga memuat analisis statistik).
Sebaiknya kita menghindari kalimat-kalimat berbunga, lebih baik langsung ke pokok pikiran/masalah yang dimaksud! Gunakan gaya bahasa yang datar dan sebisa mungkin hindari penggunaan jargon yang spesifik untuk disiplin ilmu tertentu! Kita dapat mengunakan kalimat pasif untuk menjelaskan gagasan-gagasan. Ketika menguraikan hasil, lakukan seolah-olah sedang menjelaskan gambar atau tabel kepada seorang teman! Sebaiknya dihindari penggunaan terminologi statistik dalam tubuh kalimat! Organisasikan naskah menurut format yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang!
Sebelum kita memulai menulis, carilah suatu cara untuk mengorganisasikan bahan-bahan yang dimiliki sehingga diketahui apa yang akan kita tulis, bagaimana urutannya, dan apa yang ingin disampaikan! Usahakan menulis sebuah outline! Kita dapat menulis gagasan pada secarik kertas! Tulisan tersebut tidak harus rapi karena dimaksudkan sebagai alat bantu ketika memikirkan apa yang akan diungkapkan. Gunakan cara apa pun yang cocok untuk kita, bagaimanapun anehnya cara tersebut!
Ketika merencanakan penulisan, jangan mengkhawatirkan bahasa! Pusatkan perhatian mu pada apa yang akan diungkapkan! Jangan membuang wak belakangan nanti akan banyak paragarf yang harus dihilangkan karena ternyata tidak diperlukan; atau setidaknya harus dilakukan perubahan yang mendasar! Dengan demikian, berikan perhatian pada tata-bahasa setelah yakin benar dengan apa yang akan diungkapkan!
Para penulis yang lebih berpengalaman umumnya menulis ulang dan melakukan perubahan teks lebih mendalam daripada mereka yang kurang berpengalaman. Setiap orang memerlukan waktu yang cukup untuk dapat menyusun karya yang baik. Semakin baik seorang penulis akan semakin dapat melihat bahwa gagasan/tulisan/ pemikiran awal yang dapat diperbaiki. Karena itu, kita harus memberi waktu cukup pada diri mu sendiri untuk menulis ulang gagasan/pemikiran agar nantinya pembaca mencapai pemahaman terbaik tentang apa yang ingin kita ungkapkan, bukannya apa yang terbaik yang dapat dicapai pada menit-menit terakhir.
Mintalah beberapa orang membaca apa yang telah ditulis! Minta tolonglah pada teman, atau guru pembimbing Anda! Lakukan hal tersebut tanpa menunggu naskah Anda "sempurna" karena jika orang yang kita mintai tolong memberi saran perubahan mungkin kita akan merasa keberatan melakukannya. Berikan kepada temanmu naskah sementara (draft) dan beritahukan umpan balik apa yang Anda perlukan: komentar atas organisasi naskah, gagasan, bahasa, atau aspek teknis dari apa yang sudah kita tulis! Awalnya jangan begitu terlalu memusatkan perhatian pada ejaan! Hal-hal tersebut dapat dipikirkan belakangan setelah diputuskan tentang apa yang akan diungkapkan.
Karya yang bagus memerlukan latihan. Orang yang dapat menjadikan diri kita sebagai penulis yang andal hanyalah diri kita sendiri. Jadi, lakukan pekerjaan tersebut, tunjukkan hasilnya pada orang lain, lalu tulis ulang, tulis ulang, dan tulis ulang naskah Anda!
Tersedia banyak buku teks maupun panduan menulis yang dapat dijadikan acuan. Buku-buku tersebut memberikan banyak metode yang dapat diterapkan, namun jika metode-metode tersebut tidak cocok untuk Anda maka gunakan cara Anda sendiri.

(Sumber: Katalog Perpustakaan UNS Online)

No comments: